Minggu, 02 Desember 2012

PENGERTIAN SEKSUAL

Sexual adalah : Hal-hal yang menyangkut seks/jenis kelamin , Harrass adalah : Harassment adalah penggangguan ketenangan yang sifatnya tidak diundang oleh subject yang diganggu, Leceh:  membuat kecil; mengejek; merendahkan mertabat. Pelecehan adalah tindakan menurunkan martabat.
Pelecehan seksual adalah perilaku pendekatan-pendekatan yang terkait dengan seks yang tidak diinginkan, termasuk permintaan untuk melakukan seks, dan perilaku lainnya yang secara verbal ataupun fisik merujuk pada seks. Pelecehan seksual dapat terjadi dimana saja baik tempat umum seperti bis, pasar, sekolah, kantor, maupun di tempat pribadi seperti rumah.
Berdasarkan pengertian diatas tingkat pelecehan seksual dapat dibagi dalam tiga tingkatan. Pertama, tingkatan ringan, seperti godaan nakal,ajakan iseng, dan humor porno. Kedua, tingkatan sedang, seperti memegang, menyentuh, meraba bagian tubuh tertentu, hingga ajakan serius untuk ”berkencan”. Ketiga, tingkatan berat, seperti perbuatan terangterangan dan memaksa, penjamahan, pemaksaan kehendak, hingga percobaan pemerkosaan. Sedang pemerkosaan itu sendiri sudah masuk dalam kategori kejahatan seksual (sexual crime).
B. MACAM-MACAM PELECEHAN SEKSUAL
Adapun tindakan yang dikategorikan sebagai tindak pelecehan seksual dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) yaitu
- Secara lisan/ucapan,
- Gerak tubuh/gesture,
- Fisik
- Pikiran/anggapan yang dapat merendahkan harkat & martabat seseorang (terutama perempuan).
Contoh pelecehan seksual:
1. Mencium (paksa), memegang tangan (sengaja ke arah seksual), genit, gatal ,centil
2. Memegang atau mendorong penis, dada
3. Memegang atau menepuk bagian tubuh tertentu
4. Gerakan tubuh yang sok akrab dan menjurus terhadap hubungan seksual
5. Menatap bagian tubuh tertentu
6. SMS atau tulisan jorok yang menjurus terhadapa hubungan seksual
7. Lelucon yang menjurus dan merendahkan jenis kelamin dll.
C. PELAKU DAN KORBAN PELECEHAN SEKSUAL
Walaupun secara umum wanita sering mendapat sorotan sebagai korban pelecehan seksual, namun pelecehan seksual dapat menimpa siapa saja. Korban pelecehan seksual bisa jadi adalah laki-laki ataupun perempuan. Korban bisa jadi adalah lawan jenis dari pelaku pelecehan ataupun berjenis kelamin yang sama.
· Pelaku pelecehan seksual bisa siapa saja terlepas dari jenis kelamin, umur, pendidikan, nilai-nilai budaya, nilai-nilai agama, warga negara, latar belakang, maupun status sosial.
· Korban dari perilaku pelecehan sosial dianjurkan untuk mencatat setiap insiden termasuk identitas pelaku, lokasi, waktu, tempat, saksi dan perilaku yang dilakukan yang dianggap tidak menyenangkan. Serta melaporkannya ke pihak yang berwenang.
· Saksi bisa jadi seseorang yang mendengar atau melihat kejadian ataupun seseorang yang diinformasikan akan kejadian saat hal tersebut terjadi. Korban juga dianjurkan untuk menunjukkan sikap ketidak-senangan akan perilaku pelecehan.
D. DAMPAK PELECEHAN SEKSUAL
Stephen J. Sossetti dengan tepat mengatakan bahwa ”dampak pelecehan seksual
a. Membunuh jiwanya”. Bagaimana tidak, luka pelecehan itu akan dibawa terus oleh
seorang anak hingga ia dewasa, menjadi luka abadi yang sulit dihilangkan.
b. Korban pelecehan seksual akan mengalami pasca trauma yang pahit.
c. Pelecehan seksual dapat merubah kepribadian seseorang.  seratus delapan puluh derajat. Dari yang tadinya periang menjadi pemurung, yang tadinya energik menjadi lesu dan kehilangan semangat hidup.
d. Apatis dan menarik diri, atau menjadi psikososial dengan prilaku agresif, liar dan
susah diatur.
E. PENCEGAHAN TERJADINYA PELECEHAN SEKSUAL
Pelecehan biasanya berawal dari sikap toleran terhadap hal-hal kecil. Seorang remaja putri yang senang-senang saja ketika tangannya dipegangi oleh lelaki yang jadi idolanya, adalah awal dari kemungkinan pelecehan seksual. Sikap seperti ini perlu diwaspadai.
Tanpa disadari, sikap ”penerimaan” yang tidak sadar itu bisa aja ditafsirkan sebagai kode ”pembolehan” oleh si
pria untuk melakukan aksi yang lebih jauh.
Mencegah Pelecehan Ada beberapa tips yang bisa digunakan untuk menghindarkan diri dan keluarga kita dari tindak pelecehan seksual:
· menyadarkan keluarga kita terutama anak-anak untuk mengenali situasi potensil yang dapat menyeret ke jurang pelecehan. Yang perlu dilatih adalah, jika ada perasaan agar kita waspada, maka percayai perasaan itu.
· Jangan segan dan sungkan membahas masalah pelecehan seksual yang muncul di pemberitaan media massa.
· Ungkapkan secara tegas sikap kita sebagai orang tua yang tidak menginginkan hal itu terjadi pada keluarga kita.
· Latihlah anak untuk dapat bersikap tegas walau mungkin itu bertentangan dengan karakternya. Yakinkan anak bahwa sikap itulah yang dapat menolongnya terhindar dari bahaya. Latihlah juga anak untuk dapat melawan bila berada dalam ancaman pelecehan. Pahamkan bahwa ia ada di pihak yang benar.
· Hindari tempat-tempat yang rawan, gelap dan sunyi serta jauh dari keramaian. Kalaupun terpaksa harus melewati jalur seram itu, lakukan secara berombongan. Kalau anak pulang malam, usahakan dijemput.
· Penjemputan adalah hal terbaik yang harus dilakukan demi keselamatan buah hati kita.
· Berpenampilan sopan. Baik dalam berpakaian maupun dalam bertutur kata.
Situasi Potensil yang Menjerumuskan PELECEHAN SEKSUAL
1. Keluarga yang rapuh.
2. Hubungan kedua orang tua yang renggang dan
3. Majalah porno.
4. Keadaan rumah yang sepi.
5. Aktivitas di malam hari. Kadang ada kegiatan luar rumah yang dilakukan hingga pulang malam hari, seperti lembur, rapat organisasi, olahraga, latihan kesenian, dan lain-lain.
F. PASAL YANG MENGATUR TENTANG PELECEHAN SEKSUAL
- KUHP pasal 289-296 merupakan pasal-pasal tentang Pencabulan.
- KUHP Pasal 295-297 merupakan pasal-pasal tentang Penghubungan Pencabulan.
- KUHP pasal 281-282 merupakan pasal-pasal tentang Tindak Pidana terhadap Kesusilaan.
- Selain itu, ada juga Undang-undang yang mengatur tentang
Kekerasan dalam Rumah Tangga yaitu UU no. 23 tahun 2004 serta UU mengenai perlindungan anak yaitu UU no. 23 tahun 2002, terutama pasal 13 ayat 1, UU no. 39 tahun 1999 tentang Hak Asasi Manusia, UU no. 13 tahun 2003 tentang ketenagakerjaan, dll


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar