Minggu, 18 November 2012

PENGERTIAN HIKAYAT


Pengertian Hikayat

Bangsa melayu termasuk salah satu bangsa yang kayak akan karya sastra. Selain novel dan cerpen masih ada hikayat, yakni salah satu bentuk sastra prosa yang menyajikan cerita rekaan, sejarah, agama, biografis atau gabungan diantaranya. Mungkin masih banyak diantara kita semua yang belum mengenal pengertian hikayat atau unsur intrinsik hikayat. Banyak fungsi dari hikayat ini diantaranya adalah sebagai pelipur lara, pembangkit semangat dan sebagai hiburan. Salah satu contoh hikayat terkenal yang mungkin bisa kita pelajari adalah hikayat prang sabi yang berasal dari Aceh.
Hikayat perang sabil ini menceritakan tentang jihad. Diantaranya banyak yang menggambarkan kisah keberanian para pejuang yang bertarung di dalam sebuah peperangan. Selain mengangkat atau menyajikan pembelajaran agama hikayat ini juga bisa membangkitkan semangat generasi selanjutnya untuk mencontoh bagaimana semangat perjuangan yang ditunjukkan oleh para pahlawan.
Sama seperti novel dan cerpen, hikayat juga memiliki unsur intrinsik dan unsur ekstrinsik.

Unsur hikayat
Berupa tema, alur, penokohan, sudut pandang, gaya bahasa, dan amanat (untuk menjelasan lebih lengkap lihat di sini saja). Sedangkan unsur ekstrinsik hikayat adalah berupa riwayat pengarang, sosial budaya, adat atau nilai-nilai yang terkandung di dalam masyarakat.

Ciri – ciri hikayat adalah sebagai berikut ini :
1.   Berisi kisah – kisah kehidupan lingkungan istana (istana sentris)
2.   Banyak peristiwa yang berhubungan dengan nilai – nilai Islam
3.   Nama nama tokoh dipengaruhi oleh nama – nama Arab
4.   Ditemukan tokoh dengan karakter diluar batas kewajaran karakter manusia pada umumnya
5.   Tidak ada pembagian bab atau judul
6.   Juru cerita tidak pernah disebuntak secara eksplisit (anonim)
7.   Sulit membedakan peristiwa yang nyata dan peristiwa yang imajinatif
8.   Banyak menggunaka kosakata yang kini tidak lazim digunakan dalam komunikasi sehari – hari
9.   Seringkali menggunakan pernyataan yang berulang – ulang
10. Peristiwa seringkali tidak logis
11. Sulit memahami jalan ceritanya
12. Bersifat istana centris
13. Anonim(nama pengarang tidak di cantumkan)
14. Berkembang secara stetis
15. Bersifat imajinatif, hanya bersifat khayal
16. Lisan, karena di sebarkan lewat mulut ke mulut
17. Berbahasa klise, meniru bahasa penutur sebelumnya
18. Bersifat logis, menggunakan logika sendiri tidak sesuai dengan logika sendiri

Contoh Hikayat
Adapun contoh-contoh hikayat, yakni sebagai berikut:
·         Hikayat prang sabi
·         Hikayat si Miskin dan Marakarma
·         Hikayat Indera Bangsawan
·         Hikayat Mimpi dan Irisan Roti
·         Hikayat si miskin
·         Hikayat Tanjung Lesung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar