Senin, 05 November 2012

MENCANGKOK

MENCANGKOK

1.       Mengapa dalam mencangkok kambium harus dihilangkan ?
Agar zat-zat makanan zat pembentuk akar rizokalin dan auxin sebagai zat perangsang pertumbuhan yang berasal dari daun dibagian atas sayatan tidak akan mengalir ke bagian bawah sayatan.

2.       Apakah tujuan mencangkok ?
Tujuan mencangkok adalah mendapatkan individu baru yang memiliki sifat sama persis dengan induknya. Selain itu, mencangkok dilakukan agar tumbuhan cepat berbuah.

3.       Sebutkan keuntungan dan kerugian mencangkok ?
a.   Keuntungan Dari Mencangkok 
·        Tumbuhan hasil cangkokan akan lebih cepat berbuah dibandingkan tumbuhan yang ditanam dari biji.
·        Tumbuhan yang dicangkok memiliki sifat yang sama dengan induknya.
·        Tingkat keberhasilannya lebih tinggi, karena pada proses mencangkok akar akan tumbuh ketika masih berada di pohon induk.
·        Produksi dan kualitas buahnya akan persis sama dengan tanaman induknya.
·        Tanaman asal cangkok bisa ditanam pada tanah yang letak air tanahnya tinggi atau di pematang kolam ikan.
b.   Kerugian Dari Mencangkok 
·        Pada musim kemarau panjang tanaman tidak tahan kering.
·        Tanaman mudah roboh bila ada angin kencang karena tidak berakar tunggang.
·        Pohon induk tajuknya menjadi rusak karena banyak cabang yang dipotong.
·        Dalam satu pohon induk kita hanya bisa mencangkok beberapa batang saja, sehingga perbanyakan tanaman dalam jumlah besar tidak bisa dilakukan dengan cara ini.


Perkembang biakan tumbuhan secara vegetatif buatan terjadi dengan bantuan manusia. Berikut ini mari kita pelajari beberapa cara perkembangbiakan tumbuhan secara vegetatif buatan.
A.     CANGKOK
Banyak jenis tumbuhan yang dapat dicangkok. Jenis tumbuhan yang biasa dicangkok adalah pohon buah-buahan, misalnya mangga, jeruk, dan jambu. Pohon mangga, jeruk dan jambu merupakan jenis tumbuhan berkayu yang mudah dicangkok, jenis tanaman hias dapat juga dicangkok misalnya bunga melati dan soka. Ada pula jenis tumbuhan berkayu yang agak sulit untuk dicangkok, misalnya pohon cemara. Jenis tumbuhan tak berkayu juga dapat dicangkok. Tentu saja dengan cara khusus misalnya pohon pepaya dan salak.
Mencangkok tumbuhan berkayu dilakukan dengan cara mengupas kulit batang. Bagian batang yang telah dikuliti itu, kemudian dilapisi tanah subur dan dibungkus dengan sabut kelapa, ijuk, atau plastik.

      Kegiatan
A.     Alat dan Bahan
1.      Tanaman jambu air, jambu biji, mangga, atau belimbing
2.      Tanah yang gembur
3.      Pupuk kandang
4.      Pisau atau cutter yang tajam
5.      Gergaji
6.      Pembungkus dari plastik, sabut, atau ijuk
7.      Tali raffia
8.      Kantong plastik hitam (polibag)

Cara Kerja

1.      Pilihlah dahan (cabang batang) tanaman yang bergaris tenga kira-kira 2 cm. Panjang dahan itu kira-kira 100 cm dan dahan tumbuh tegak.
2.      Sayatlah kulit cabang secara melingkar sepanjang 3-5 cm. Kulit cabang yang disayat sebaiknya berada di tempat dibawah kuncup daun.
3.      Keratlah kulit dahan tersebut dengan ujung pisau. Kikislah kambium yang mungkin masih yang membasahinya dengan kain atau kertas yang bersih
4.      Keringkan bagian dahan yang telah dikupas itu dengan membiarkan selama 2-5 jam.
5.      Bungkuslah dahan terkelupas itu dengan plastik, ijuk, atau sabuk. Ikatlah bagian bawah lembaran pembungkus kira-kira 6 cm dibawah sayatan.
6.      Masukan tanah basah yang telah dicampur pupuk kandang kedalam pembungkus itu.
7.      Rapikan sehingga dahan yang terkelupas itu tertutup tanah seluruhnya. Ikatlah bagian atas lembaran pembungkus.
8.      Jagalah tanag pada bagian yang dicangkok agar tetap lembab, siramlah tanah secara teratur (pagi dan sore), terutama jika tidak hujan, untuk menyiram tanah itu, bukalah ikatan atas sementara.
9.      Amati keadaan dahan yang dicangkok saat kamu menyiramnya, kapankah akar muai tumbuh (keluar) ?
10. Pertumbuhan akar yang sempurna membutuhkan waktu berbulan-bulan, jika akar telah tumbuh sempurna potonglah dahan tersebut dengan gergaji tepat dibawahnya pembungkus cangkokan.
11. Jangan langsung menanam cangkokan ini lapangan (tanah terbuka), cangkokan itu lebih baik disemaikan dulu. Untuk itu isilah polybag dengan campuran tanah gembr dan pupuk kandang. Buatlah lubang pada bagian bawah polybag kira-kira berdiameter 2 cm.
12. Tanaman cangkokan diwadah persemaian (polybag) ini letakkan di tempat yang agak teduh. Waktu yang dibutuhkan untuk penyemaian kira-kira 3 bulan.
13. Setelah itu semaian dapat dipindahkan ketempat yang lebih banyak mendapat cahaya matahari.
14. Akhirnya hasil semaian (cangkokan) dapat ditanam ditanah terbuka, misalnya dikebun, untuk itu buatlah lubanga ditanah sebesar ukurannya semaian polybag. Tanamilah cangkokan bersama dengan tanah semaiannya.
15. Siramlah tanaman baru setiap hari.

B.     Layering

Reproduksi layering dilakukan dengan jaan memisahkan bagian tanaman yang telah mengalami perakaran dari tanaman asalnya. Munculnya akar tanaman ini terjadi karena adanya zat makanan pada tanaman asal.
Faktor-faktor yang menentukan keberhasilan proses layering, ditentukan oleh aliran makanan dari tanaman pokok batang atau organ yang mengalami layering, pengaruh hormon auksin, dan lingkungan. Hormon auksin terdapat pada ujung batang, akar, dan tunas. Hormon ini berperan dalam memacu pertumbuhan pucuk. Factor lingkungan meliputi kelembapan, aerasi, dan temperatur / suhu lingkungan.
Layering ada beberapa macam diantaranya mencangkok (air layering), meruduk (simple layering), mound (stool) layering, dan trench layering.
Proses mencangkok dilakukan dengan cara membuang bagian kulit batang suatu tanaman yang akan dicangkok. Setelah itu,bagian batang yang telah dikuliti tersebut dilapisi tanah dan dibungkus sabut kelapa atau plastik. Tanah yang digunakan untuk melapisi pada proses mencangkok harus dijaga kelembaban, suhu, factor lingkungan lainnya hingga terbentuk perakaran. Munculnya perakaran merupakan pertanda bahwa batang yang dicangkok siap dipisahkan dengan tanaman induk untuk ditanam.


Caranya :
v      Kulit batang dikerat hingga terpotong, floem dibuang, bagian kayu tetap dipertahankan sehingga zat-zat mineral dan air dapat dialirkan dari akar kedaun, akan tetapi zat-zat makanan tidak dapat diangkut dari daun kebagian tubuh lainnya karena kulitnya terkerat atau terpotong akibatnya bahan makanan itu tertumpuk ditempat keratan, kemudian tumbuhlah akar tanaman.
v      Penanaman pencangkokan dapat dilakukan jika akar sudah tumbuh cukup panjang. Mula-mula pangkaslah daun-daun yang terlalu lebat, sisakan secukupnya. Potonglah cabang yang telah dicangkok tersebut, kemudian pindahkan kedalam pot, letakkan pot ditempat yang tidak terkenan cahaya langsung. Siramlah setiap hai, jika tanaman sudah cukup umur dan kuat, pindahkan ketanah pekarangan.

Perbanyakkan tanaman dengan biji setek / cangkok dapat dilakukan untuk membudidayakan tanaman langka agar tidak punah.
Setelah kalian mengetahui cara perbanyakan tersebut, kamupun dapat berperan serta melestarikan tanaman tersebut. Sebab dengan mencangkok seseorang dapat memperoleh bibit tanaman yang mempunyai sifat yang sama dengan induknya. Selain itu mencangkok akan mendapatkan bibit cepat berbuah.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar