Senin, 22 Oktober 2012

STRUKTUR SOSIAL

STRUKTUR SOSIAL

Struktur sosial adalah  urutan derajat kelas sosial dalam masyarakat mulai dari terendah sampai tertinggi, atau salah satu bagian dari ilmu sosiologi yaitu suatu konsep yang menggambarkan bentuk sistem global yang menjelaskan hubungan antara individu, kelompok dan organisasi dalam kemasyarakatan. Struktur sosial dilihat dari konsepnya dimaknai dengan makna yang berbeda, dan kadang-kadang didefinisikan dengan sama sistem sosial atau organisasi sosial yang diatur oleh norma-norma dan nilai. 
Perspektif yang berbeda dalam sosiologi yaitu dialektika fungsionalisme dan interaksionisme simbolis yang memberikan gambaran dengan sudut pandang yang berbeda dari struktur dan begitu juga dengan ilmu-ilmu sosial lebih dekat dengan sosiologi seperti ekologi manusia, psikologi sosial dan antropologi budaya dan dapat memperkaya keragaman sosial itu sendiri. 
Struktur Sosial jika di definisikan secara ilmiah adalah: model struktur kompleks sebagai yang merupakan suatu gambaran dari sebuah teori, secara grafik, adalah
hubungan antara variabel dan nilainya.
Struktur sosial merupakan pola yang relatif tetap dan abadi dan bagian dari tindakan sosial antar individu, kelompok dan institusi. Hubungan ini didefinisikan oleh posisi sosial dan peran sosial. Setiap peran merupakan perilaku yang diharapkan sesuai dengan konvensi sosial tertentu. Ketaatan ini diperkuat oleh kontrol sosial dan diinternalisasikan, yaitu sebuah proses dimana seseorang diberikan sebuah aturan sosial sendiri, sehingga aturan-aturan ini akhirnya tidak lagi dianggap sebagai aturan eksternal yang dipaksakan tetapi sebagai pedoman mereka sendiri yang telah dipilih. 
Berdasarkan pengamatan bahwa anggota atau kelompok sosial dalam suatu masyarakat yang berkomitmen satu sama lain, struktur sosial mengacu pada penempatan dan posisi individu dan kelompok dalam sistem itu sendiri. Dengan kata lain, pengelompokan individu, sesuai dengan posisi yang dihasilkan dari pola-pola penting dari hubungan antara kewajiban dan struktur dari sebuah lingkungan masyarakat itu sendiri.

DIFERENSIASI SOSIAL

Secara istilah pengertian diferensiasi sosial adalah pembedaan anggota masyarakat ke dalam golongan secara horizontal, mendatar, dan sejajar atau tidak memandang perbedaan lapisan. Asumsinya adalah tidak ada golongan dari pembagian tersebut yang lebih tinggi daripada golongan lainnya,
Dengan demikian, dalam diferensiasi sosial tidak dikenal adanya tingkatan atau pelapisan, seperti pembagian kelas atas, menengah, dan bawah. Pembedaan yang ada dalam diferensiasi sosial didasarkan atas latar belakang sifat-sifat dan ciri-ciri yang tidak sama dalam masyarakat, klan, etnis, dan agama. Kesemuanya itu disebut kemajemukan sosial, sedangkan pengelompokan berdasarkan profesi dan jenis kelamin disebut heterogenitas sosial .














STRATIFIKASI SOSIAL

 Stratifikasi sosial atau pelapisan sosial adalah pembedaan penduduk atau masyarakat ke dalam kelas-kelas secara bertingkat (vertikal), dan menurut para pakar-pakar sosial, pengertian stratifikasi sosial adalah sbb :
  • Aristoteles : Pada jaman kuno di dalam setiap negara terdapat tiga unsur, yaitu mereka yang kaya sekali, mereka yang melarat dan mereka yang berada di tengah-tengahnya.
  • Adam Smith : Masyarakat di bagi menjadi tiga, yaitu orang-orang yang hidup dari penyewaan tanah, orang-orang yang hidup dari upah kerja, dan orang-orang yang hidup dari keuntungan perdagangan.
  • Thorstein Veblen : Membagi masyarakat dalam dua golongan yaitu golongan pekerja yang berjuang mempertahankan hidup dan golongan yang banyak mempunyai waktu luang karena kekayaannya.
  • Prof. Selo Soemardjan : Pelapisan sosial akan selalu ada selama dalam masyarakat terdapat sesuatu yang dihargai.
  • Robert M.Z. Lawang : Pelapisan sosial merupakan penggolongan orang-orang dalam suatu sistem sosial tertentu secara hierarkhis menurut dimensi kekuasaan, privelese, dan prestise
  • Pitirim A. Sorokin : Perbedaan penduduk / masyarakat ke dalam lapisan-lapisan kelas secara bertingkat (hirarkis).
  • Max Weber : Penggolongan orang-orang yang termasuk dalam suatu sistem sosial tertentu ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese dan prestise.



Tidak ada komentar:

Poskan Komentar