Sabtu, 20 Oktober 2012

MENYETEK

MENYETEK


Menyetek adalah perbanyakan tanaman yang dapat dilakukan dengan, perkembangan yang dilakukan dengan cara menanam bagian tertentu tumbuhan tanpa menunggu tumbuhnya akar baru lebih dahulu, dibandingkan cara perkembangan vegetatif buatan lainnya, cara setek adalah yang termudah. Menyetek dilakukan dengan memotong bagian tanaman dan misalnya helai daun, tangkai daun, ranting, batang, akar, pucuk yang kemudian di tancapkan ke dalam tanah atau ada pula potongan daun yang cukup diletakkan di atas tanah. Pada beberapa kasus, ada yang perlu ditempatkan dulu di dalam air sampai tumbuh akar.

A.     Setek tangkai pada bunga violces dapat di setek melalui setek daun beserta helainya .
Kegiatan :
1.      Petik daun tanaman violces dan tangkainya
2.      Sediakan gelas bekas air mineral, isi dengan air sumur hingga 2/3 gelas
3.      Masukkan tangkai daun violes, jaga agar daunnya tetap di luar gelas.
4.      Letakkan di tempat yang tak terkena cahaya matahari langsung 7 hingga 12 hari.

Kemudian dari ujung tangkai akan muncul akar. Dua minggu kemudian kalian akan dapat memindahkan tangkai daun yang berakar lebat itu ke pot berisi tanah. Sebulan kemudian kalian sudah dapat memperoleh tanaman baru.


B.     Setek daun

Perkembangan dengan setek daun umumnya diterapkan pada tanaman hias, misalnya cocor bebek, begonia, dan sri rejeki/sansevieria spaya daun yang di setek ini adalah daun yang sudah cukup tua dan berwarna hijau segar. Jangan memilih daun yang berwarna kekuningan karena daun itu telah layu. Tanah untuk menanam juga harus yang gembur dan lembab.


Perkembangan dengan setek daun sangat sederhana misalnya
Ø      Setek daun cocor bebek
-   Di letakkan dipermukaan tanah
-   Beberapa ari kemudian, tumbuh tunas dan akar ari lekukan-lekukan tepi daun yang dikenal dengan folior embrio dan berbentu jaringan paraikum daun.
-   Apabila daun yang mengandung folior embrio ini diletakkan pada media yang konisinya sesuai maka embrio akan tumbuh menjadi tanaman baru dan dapat di pindahkan ke pot.

Ø      Setek daun pada Begonia
-   Pilihlah daun yang segar dan sempurna
-   Daunnya di potong kecil-kecil / pertulangan daunnya dilukai
-   Letakkan di pot yang berisi tanah
-   Serami tanaman setiap hari


C.     Setek batang

Potongan batang tumbuhan yang hendak di setek harus mempunyai sebuah mata sebagai bakal tunas, potongan batang itu umumnya meruapakan batang yang cukup tua, setek batang juga dapat dilakukan pada tanaman herba maupun tanaman berkayu dengan cara memotong batang tersebut. Kemudian menanamnya pada tanah. Apabila makanan mencukupi perakaran lateral akan tumbuh pada ujung batang.
Jenis tumbuhan yang dapat dikembangkan dengan setek batang antara lain :
-         Ketela pohon
-         Mawar
-         Sirih
-         Kamboja Jepang
-         Bugenvil

Potongan batang itu di tanam pada tanah subur yang gembur, tanah di usahakan selalu dalam keadaan cukup lembab.

Kegiatan :
Alat dan bahan
1.      Batang tanaman singkong / mawar yang memiliki mata tunas di setiap ruasnya.
2.      Pisau yang tajam

Cara kerja
1.      Potonglah batang tanaman di bagian bawah dengan menyerong seperti baji
2.      Buanglah daun-daun yang ada untuk mengurangi penguapan
3.      Tanamlah potongan batang di tanah yang gembur dan subur. Berilah peneduh berupa atap / plastik / daun pisang
4.      Selanjutnya, siramlah tanaman baru ini setiap hari, bila telah tumbuh daun, buanglah peneduh dan biarkan tanaman baru ini tumbuhan

D.    Setek Pucuk

Setek pucuk dapat di lakukan pada pucuk tanaman teh yang mempunyai satu mata tuna saja.

 

PROPAGASI MIKRO

Propogasi mikro adalah metode memperbanyak suatu jenis tanaman secara cepat dalam medium tertentu dengan perlakuan steril.
Propagasi mikro ada 3 macam yaitu :
  1. Kultur embrio
  2. Kultur serbuk sari
  3. Kultur jaringan

Pada prinsipnya Propogasi mikro memanfaatkan kemampuan sel-sel tumbuhan membela hingga membentuk individu baru yang lengkap. Kemampuan ini disebut folipotensi. Dengan potensi yang dimiliki oleh sel tersebut, bila sel masih hidup dan ditempatkan pada medium yang sesuai maka akan tumbuh menjadi individu baru. Propogasi mikro menggunakan ketrampilan tertentu, dan membutuhkan beberapa kali percobaan supaya medium yang igunakan sesuai bagi pertumbuhan tanaman yang dibedakan. Oleh karena itu, cara ini hanya digunakan untuk tumbuhan yang mempunyai nilai ekonomi tinggi.

1.      Kultur Embrio
Kultur embrio menggunakan biji sebagai bahan kultur. Biji dipilih yang sehat secara mergfologinya, kemudian disimpan dalam tabung Erlenmeyer kurang lebih sebanyak 25 – 30 biji per tabung erlenmayer, tahap berikutnya, dilakukan pencucian biji dnegan menambahkan metholate 1 : 2000 dalam larutan alcohol 50% ke dalam setiap Erlenmeyer dan diamkan. Selama 4,5 menit. Setelah itu, dilakukan sterilisasi selama 24 jam, kemudian dilakukan pemisahan embrio pada cawan petri. Embrio (sebanyak 12 buah) kemudian dipindahkan ke dalam tabung reaksi yang berisi media secara hati-hati dengan menjaga kesterilan dari kultur tersebut, selanjutnya ditutup dengan kapas.

2.      Kultur serbuk sari
Kultur serbuk sari yang sudah dilakukan ialah kultur serbuk sai (pollen) pada tanaman padi untuk mendapatkan bibit unggul. Pada prinsinya dalam kultur ini menggunakan serbuk sari sebagai bahan kultur, dan ditumbuhkan dalam medium yang sesuai.

3.      Kultur jaringan
Kultur jaringan yaitu teknik pembudidayaan suatu tanaman dengan menggunakan bahan jaringan dalam eknik ini, sterilisasi dan medium yang dicocok untuk pertumbuhan jaringan merupakan factor terpenting bagi keberhasilannya.
Manfaat kultur jaringan adalah sebagai berikut :
1.      Mendapatkan bibit tanaman dalam waktu yang singkat dan dalam jumlah yang banyak.
2.      Tidak membutuhkan areal yang luas
3.      Memproduksi metabolic sekunder tanpa menanam tanamannya.
4.      Mendapatkan tanaman dengan sifat yang sama dengan induknya.
5.      Pengembangan pemuliaan tanaman.




Meskipun dalam kultur jaringan mempunyai banyak kelebihan, tetapi mempunyai kelemahan, antara lain :
  1. Membutuhkan pengetahuan tertantu dan idak dapat di lakukan oleh banyak orang dan
  2. Dilakukan dalam medium steril sehingga membutuhkan peralatan dan bahan yang relatif mahal.

Dalam perkembangannya, kultur jaringan lebih banyak ditunjukkan untuk membiakkan sel-sel tertentu dari suatu tanaman dalam bentuk kalus sehingga dapat menghasilkan zat metabolic sekunder tertentu yang bermanfaat dibidang farmasi.


Sumber dari :

  1. Buku paket Biologi (GANECA) kelas XI – IPA
Buku paket IPA (ERLANGGA) kelas VI

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar