Sabtu, 20 Oktober 2012

MAKALAH : PENGGUNAAN BAHAN KIMIA

PENGGUNAAN BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA


Pernahkah kalian mencuci pakaian dengan sabun, pernahkah kalian membersihkan muka dengan facial scrub, dan pernahkah kalian membersihkan lantai dengan pewangi? Contoh contoh tersebut adalah produk bahan kimia yang kita gunakan sehari-hari. Manusia tidak bisa terlepas dari produk-produk bahan kimia tersebut. Untuk mencukupi kebutuhannya manusia merekayasa kimia dalam industri kimia. Industri kimia mengolah bahan mentah alam menjadi bahan industri misalnya pembersih, pemutih, pewangi dan pembasmi serangga.

1. Pembersih.
Text Box: Gliseril strearat + Sodium hiroksida à Sodimu strearat + Gliserol
 (Lemak Hewan )  (alkali kuat)  (sabun)Contoh dari pembersih adalah sabun dan detergen. Sabun dibuat dengan memanaskan lemak dan minyak alami dari tumbuhan dan hewan dan dicampur alkali kuat. Lemak dipanaskan denga larutan sodium hidroksida sehingga membentuk sabun. Proses pembentukan sabun ini disebut reaksi saponifikasi:




Hasil reaksi saponifikasi ialah sabun dan gliserol. Selanjutnya gliserin tercuci oleh larutan garam kuat, sedangkan cairan sabun didinginkan dan dicetak sesuai keinginan. Serpih sabun dibuat dengan menaburkan sabun cair kedalam drum berpedingin air sehingga menghasilkan pita sabu yang akan digilas dan dipotong berbentuk serpih. Bubuk sabun dengan menyemprotkan campuran silikat dan fosfat yang panas dari atas, dan jika jatuh sabun tersebut berbentuk serbuk.
Sabun berfungsi membersihkan barang-barang (baju, alat-alat rumah tangga) dari kotoran. Proses pembersihan oleh sabun adalah sebagai berikut : Ketika sabun dimasukkan dalam air yang didalamnya terdapat piring atau kain kotor, maka rantai hidrokarbon hLdrofobikakan mengikat kotoran, sedangkan hidrofiliknya berikatan dengan molekul air. Jika kain dikucek maka kotoran akan terlepas dan diselimuti oleh molekul sabun. Dengan demikian kotoran akan terpisah dari piring atau kain. Sekarang ini banyak sabun dan detergen  dibuat tidak berbuih  yang  menggunakan bahan dasar bezena dengan ditambahkan rantai hidrokarbon panjang. Garam-garam kalsium dan magnesium  detergen tidak berbuih ini dapat larut dan mengalami biodegradasi yang dapat diuraikan organisme sehingga tidak membahayakan lingkungan.
Tetapi dalam ditergen mengandung zat anti redeposisi (zat pencegah pengendapan kembali kotoran pada pakaian) yang menggunakan senyawa komplek fosfat. Padahal fosfat merupakan nutrisi penting bagi tumbuh-tumbuhan air. Akibatnya tumbuh-tumbuhan air seperti ganggang, eceng gondok akan tumbun dan berkembangbiak dengan subur. Keadaan ini akan membuat sungai menjadi dangkal atau mengganggu kehidupan dalam air disebabkan sirkulasi oksigen dan masuknya cahaya matahari ke air terhambat.

2.   Pemutih.
Contoh dari pemutih adalah pemutih kulit, pemutih gigi dan pemutih pakaian. Produk-produk tersebut sering menjadi penyebab penyakit. Misalnya pemutih kulit akibat penggunaan produk tersebut yang secara terus menerus akan menimbulkan penyakit kulit (iritasi), alergi atau penyakit kanker. Krim pemutih kulit memiliki kemampuan memucatkan noda coklat / hitam pada kulit. Penggunaan yang terus menerus diharapkan dapat mnghilangkan atau mengurangi zat warna pada kulit. Tetapi krim pemutih yang mengandung bahan kimia mi jia digunakan terus-menerus maka akan menimbulkan alergi, atau iritasi. Bahan kimia merkuri dapat mengendap dibawah kulit dan dapat menimbulkan kanker. Sehingga bahan kimia yang berupa merkuri sudah dilarang penggunaannya sebagai campuran kosmetik.
Bahan pemutih gigi menjanjikan gigi lebih putih dan cemerlang. Namun penggunaan bahan pemutih gigi yang lama dan berlebihan akan menyebabkan pengeroposan dan kerusakan gigi dan bahkan dapat menyebabkan iritasi dan meningkatkan sensivitas gigi.

3.   Pewangi.
Contoh dari pewangi adalah pengharum ruangan, pengharum baju atau pengharum tubuh. Bahan kimia berbahaya yang terdapat pada pengharum ruangan diantaranya butana, propana, amonia, dan fenol dan formaldehid. Efek samping yang terjadi pada tubuh adalah iritas mata, selaput lendir hidung, tenggorokan dan kulit, mual, pusing, perdarahan, kerusakan hati dan kanker. Bahan lain seperti benzil asetat, etanol dan benzil alkohol dapat menyebabkan' muntah, tekanan darah menurun, dan merusak kekebalan tubuh. Pengharum diduga dapat mengganggu daya cium karena selaput minyaknya melapisi saluran hidung atau melepaskan zat pemati saraf Belum lagi tempatnya yang berupa tabung atau kaleng yang mudah meledak, mudah terbakar dan bersifat racun.

4.   Pembasmi Hama.
Pemberantasan hama secara kimia menggunakan obat antihama yang disebut pestisida. Contoh dari pestisida adalah isektisida, nematisida, fungisida, rodentisida dan herbasida. Pestisida dapat membunuh hama secara efektif, tetapi jika digunakan dengan tidak hati-hati maka akan dapat membunuh organisme lain. Pestisida dapat meracuni manusia, hewan ternak dan juga dapat menimbulkan pencemaran lingkungan. DDT yang termasuk pestisida apabila sampai menumpuk didalam tubuh manusia akan menimbulkan berbagai gangguan seperti merusak sel saraf, mengganggu pertumbuhan tulang, serta kematian.



ZAT ADITIF PADA MAKANAN

Zat aditif adalah suatu zat / bahan yang dltambahkan atau dicampurkan pada waktu pengolahan makanan dengan tujuan untuk meningkatkan mutu makanan. Zat aditif ada dua macam : 
1,    Zat aditif alami yang dibuat dari ekstrak bahan alami misalnya, asam sitrat dari Jeruk, pemanls dari gula dan pewarna dari tumbuh-tumbuhan,
2.    Zat aditif buatan yan dibuat dengan cara menslntetis senyawa kimia sehingga membentuk bahan aditif murni.
Karena zat aditif alami konaentraslnya sulit diatur, mudah rusak dan harganya mahal maka manusia banyak menggunakan zat aditf buatan untuk melngkatkan mutu produknya.

1.    Bahan Pengawet Makanan.
Beberapa cara pengawetan bahan makanan seeara alami antara lain dengan diasinkan, dikeringkan, pengasapan dan dibuat manisan. Tetapi sekarang ini banyak produk makanan yang diawetkan dengan menggunakan zat kimia misalnya asam benzoat, natrium benzoat, asam asetat (cuka) dan garim nitrat, Asam benzoat dan natrium benzoat mempunyai kemampuan untuk mencegah pertumbuhan bakteri dan jamur. Asam benzoat dan natrium benzoat dapat memberikan rasa kecut pada makanan/minuman. Namun jika digunakan seeara berlebihan dan terus menarus dapat menyebabkan alergi dan iritasi pada alat-alat peneemaan. Asam asetat dapat memberikan rasa asin pada makanan dan mempunyai kemampuan untuk mencegah pertumbuhan jamur. Garam nitrat berfungsi untuk melunakkan daging. Namun pengawet inl dapat menimbulkan efek samping yang membahayakan kesehatan.

2.    Zat pewarna makanan.
Berdasarkan sumbernya zat pewarna dapat dibedakan menjadi 2 macam yaitu pewarna alami dan pewarna buatan.
a,   Pewarna alami yang biasanya diekstrak dari tumbuhan. Pewama ini lebih aman dikonsumsi daripada pewarna aintetik, Namun karena jenis serta jumlahnya sangat terbatas sehingga harganya relatif mahal, maka maka orang lebih tertarik menggunakan pewama sintetik karena warnanya lebih stabil dan lebih beragam serta praktis digunakan.
Contoh pewarna alami antara lain :
1)    Warna kuning dari kunyit,
2)    Warna coklat dari coklat,
3)    Wama merah dari cabe.
4)    Warna oranye dari wortel,
5)    Warna hijau dari daun pandan

b.      Pewarna buatan (sintetik) beraaal dari bahan-bahan kimia.
1.    Briliant Blue FCF memberikan warna biru muda cerah
2.    Indigotine memberikan warna biru royal
3.    Fast Green FCF memberikan warna hijau laut
4.    Allura Red AC memberikan warna merah oranye
5.    Eritrosin memberikan warna merah cherry
6.    tartrazin memberikan warna kuning jeruk
7.    Sunset Yellow memberikan warna orange

3.    Cita Rasa.
Bumbu dapur seperti merica, laos, ketumbar, bawang, daun pandan, daun salam , jeruk purut, belimbing, dan asam merupakan bahan yang dapat memberikan cita rasa pada makanan dan dan dapat merangsang selera makan. Ada beberapa senyawa kimia buatan dapat menimbulkan cita rasa yang berbeda jika dimasukkan dalam maknaan. Misalnya penyedap rasa MSG (monosodium glutamat). Masyarakat mengenalnya sebagagi micin bumbu masak. MSG dibuat secara sintetis dari bahan tetes tebu melalui proses fermentas (peragian). Contoh yang lain adalah etil butirat dapat menimbulkan rasa dan aroma buah nanas, amil valerat menimbulka rasa dan aroma apel, oktil asetat menimbulkan rasa dan aroma buah jeruk.

4.    Pemanis buatan.
Pemanis buatan sangat sedikit kalcrnya apabila dibandingkan dengan gula sehingga baik untuk diet penderita kencing manis. Contoh pemanis buatan adalah natrium siklamat yang mengandung rasa manis 30 kali gula, Ca atau Na sakannrrer.gandung rasa manis 500 kali gula pasir, dan sorbitol.



Tabel Bahan Kimia dalam Makanan

Jenis Bahan Kimia Makanan

Kegunaan

Contoh
Alami
Buatan

Pemanis

Memberi   rasa   manis   atau mempertajam penerimaan lidah terhadap rasa manis
Gula pasir
Sakarin, siklamat, aspartam, sorbitol
Pengawet
Mencegah pertumbuhan mikroorganisme dan pembusukan pada makanan
Gula dan garam dapur
Asam benzoat, natrium benzoat, asam sitrat, asam, sorbat, asam propianat, kalium nitrat
Pewarna
Memberi warna pada makanan dan minuman
Daun suji, kunyit, wortel dan lain- lain
Tatrazin (kuning), biru berlian, hijau CFC, karmoisin, ponceo 4 R{merah}
Penyedap rasa, aroma, dan penguat rasa
Memberikan, menambah, atau mempertegas rasa dan aroma pada makanan
Pala, merica, daun suji.cabai, bawang putih, bawang merah, bawang bombay, dan Iain-Iain
MSG/vetsin, vanili, essense, frambose, dll




PENUTUP

A.     Kesimpulan
Di dalalm penyempurnaan makalah perlu disempurnakan dengan adanya kesimpulan. Kesimpulan merupakan bagian yang paling penting dalam makalah. Kesimpulan adalah ringkasan yang merupakan bagian dari bab-bab yang telah dijelaskan. Maka, penulis akan menyimpulkan dari keterangan yang ada.
Di dalam pembuatan bahan dalam usaha apapun perlu adanya kesabaran daam mencapai tujuan. Proses pengamatan bahan-bahan kimia memerlukan waktu yang cukup lama. Oleh sebab itu, kita harus bias mengatur waktu demi mencapai tujuan.
Demikian kesimpulan yang dibuat dan penulis mengucapkan banyak terima kasih.

B.      Saran
Demi kesuksesan dalam pembuatan makalah ini, penulis akan memberi beberapa saran, agar pembaca lebih mendapatkan manfaat selain dari isinya. Saran yang dapat disampaikan adalah sebagai-berikut :
1.         Bagi para pembaca, dengan membaca hasil dari isi, renungkan dan pikirkan untuk mendapatkan hasil positif
2.         Hindarilah mencari pekerjaan dengan cara yang salah, tetapi mulailah bekerja dengan cara yanga baik maka hasilnya pun baik pula
3.         Ingat akan sang Pencipta Alam dalam tiaplangkah maka Insya Allah akan dijaga dan dilindungi tiap langkahnya.
4.         Janganlah engkau bergantung diri pada orang lain, karena sesungguhnya itu perbuatan yang tercela
5.         Menjaga  nama baik diri sendiri itu baik, tetapi lebih bai menjaga lisan dan perilaku diri sendiri
Dari beberapa saran di atas, semoga sudah dapat melengkapi isi makalah ini untuk mencapai kesuksesan.



MOTTO

  1. Untuk menjadi orang sukses dalam bidang apapun, perlu adanya kemauan dan semangat yang tinggi.
  2. Kegagalan bukan berarti harus putus asa, karena putus asa dosa dan itu dapat kita jadikan sebagai pengalaman
  3. Usaha kecil bukan berarti tidak mampu dalam melakukan usaha besar tetapi merupakan awal dari pembelajaran
  4. jangan merasa malu dalam bertindak yang sepele asalkan bermanfaat
  5. Hidup adalah sebuah pilihan, dan untuk menentukan pilihan tersebut kita memerlukan keseriusan dalam menelitinya. Sama halnya dengan bertindak, harus bias memilih antara yang baik dan yang buruk.

ii
 

KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa karena hanya dengan Rahmat-Nyalah kami dapat menyelesaikan penulisan Makalah sains fisika ini.
Di dalam buku ini dijelaskan tentang penggunaan bahan kimia dalam kehidupan sehari-hari. Buku makaah sains fisika ini diasjikan dengan pola dan bahasa yang sistematis dan sederhana sehingga mudah dipahami.
Dengan komposisi isi materi yang penuh variasi tersebut semoga dapat membantu siswa meraih prestasi belajar. Dalam rangka mencapai cita-cita yang diinginkan juga diharapkan dapat bermanfaat bagi guru sebagai salah satu saran mengajar.
Sesuai dengan pepatah “ tiada gading yang tak retak” demikianlah adanya buku ini, oleh karena itu, saran sungguh kami membangun dari para pembaca sungguh kami harapkan. Akhirnya kami berharap semoga buku ini bermanfaat bagi kita semua.


iii
 

DAFTAR ISI
           
Halaman Judul..................................................................................................          i
Motto..............................................................................................................         ii
Kata Pengantar................................................................................................        iii
Daftar isi .........................................................................................................        iv
ISI
1.      PENGGUNAAN BAHAN KIMIA DALAM KEHIDUPAN MANUSIA. 1
2.      ZAT ADITIF PADA MAKANAN............................................................         4
PENUTUP......................................................................................................         7
iv
 


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar