Sabtu, 20 Oktober 2012

MAKALAH : KLASIFIKASI INDUSTRI

BAB I

PENDAHULUAN



 

A.     Latar Belakang

Adapun latar belakang disusunnya makalah tentang klasifikasi industri adalah :
1.         Sebagai bahan untuk melengkapi pelajaran geografi
2.         Demi tertanamnya konsep suatu pelajaran (khususnya tentang klasifikasi industri) dalam diri sendiri
3.         Demi terciptanya jiwa yang terampi, ulet dan berwawasan dalam setiap diri siswa
4.         Sebagai wujud dai terlaksananya KBK

B.     Tujuan

Mengenai tujuan dari penyusunan makalah ini, meliputi beberapa hal :
1.         Untuk mengetahui pengertian dari istilah industri
2.         Untuk mengetahui tujuan dari industri
3.         Untuk mengetahui dampak dari industri
4.         Untuk mengetahui beberapa jenis kegiatan industri
5.         Untuk mengetahui jenis-jenis (klasifikasi) dari industri

C.     Pembahasan Masalah

  Masalah-masalah yang akan dibahas di dalam makalah adalah :
1.         Pengertian dari industri
2.         Tujuan dari industri
3.         Dampak dari industri
4.         Jenis-jenis kegiatan industri
5.         Klasifikasi industri


KLASIFIKASI INDUSTRI


*Definisi dan pengertian industri
Industri adalah suatu usaha atau kegiatan pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi yang memiliki nilai tambah untuk mendapatkan keuntungan. Usaha perakitan atau assembling dan juga reparasi adalah bagian dari industri. Hasil industri tidak hanya beaipa barang tetapi juga dalam bentuk jasa. Kegiatan industri di Indonesia dlatur dalam Undang-Undang No.5 Tahun 1984. Undang-Undang tersebut mengatur bahwa cabang-cabang industri penting strategis bagi negara yang merupakan kebutuhan hajat hidup orng banyak dikuasai oleh negara dan mencegah adanya monopoli.
Industri tidak dapat berdiri sendiri, tetapi membutuhkan sarana penunjang. Berikut ini penunjang industri:
a.     Tenaga kerja yang terampil
b.     Suasana yang mendukung bagi berkembangnya industri
c.     Jaringan transportasi dan komunikasi yang mantap
d.     Terjaminnya persediaan bahan mentah atau bahan baku
e.     Tenaga energi atau bahan bakar
f.      Manajemen atau perangkat pengelolaan
*Klasifikasi Industri
Ada tiga macam penggolongan industri menurut jenisnya, yaitu industri ekstratif nonekstratif dan fasilitatif.
a.     Industri ekstratif
Industri ekstratif adalah industri yang bahan baku diambil langsung dari alam sekitar. Contohnya  :   Pertanian,  perkebunan,  perhutanan,   perikanan,   peternakan.   Industr ekstraktif dapat dipisahkan lagi menjadi dua bagian, yaitu industri manufaktur dar industri reproduktif.
1) Industri Manufaktur
Industri manufaktur mengolah bahan baku(barang tambang) menjadi barang lair yang dapat digunakan sehari-hari atau menjadi bahan barang lain yang akan digunakar oleh industri lain lagi.
2) Industri Reproduktif
Industri reproduktif adalah industri yang mengambil bahan baku dari hasil alam tetapi selalu mengganti kembali setelah mengambilnya.bahan bakunya dapat di produks lagi seperti pertanian,perikanan,perkebunan.contoh: Penangkapan ikan paus pads zaman dulu.
b.     Industri Nonektraktif
Industri nonekstraktif adalah industri yang bahan baku didapat dari tempat lain atau yang di sediakanoleh industri lain.Contohnya: Industri sepatu di Bandung bahan bakunys berupa kulit dan karet yang diambil dari Surabaya.

c.     Industri Fasilitatif
Industri fasilitatif atau disebut juga industri jasa merupakan aktifitas ekonomi yang menjual jasa untuk keperiuan orang lain. Selain klasifikasi di atas.ada beberapa kategor lain berdasarkan hal berikut.
1.  Berdasarkan hasil produksi
-         Industri berat : Industri yang yang memproduksi mesin-mesin dar penolong industri lainnya.Contohnya:alat penunjang bidang pertaniar yang lain seperti:mesin traktor, dan diesel,industri alat angkutan, industr pupuk, industri besi baja,industri semen,industri galangan kapal.
-         Industri ringan : Industri yang memproduksi barang-barang yang langsung/ tidak langsung dikonsumsi manusia.Contohnya: industr makanan, industri kaleng, industri tekstil, industri kimia, industri ringar lainnya seperti barang elektronik, alat rumah tangga, kulit, karet dll.

2.    Berdasarkan lokasi
-         Industri yang berorientasi atau menitik beratkan pada pasar (market
oriented industry) adalah industri yang didirikan sesuai dengan lokasi
potensi target konsumen. Industri jenis ini akan mendekati kantong-kantong di mana konsumen potensial berada. Semakin dekat ke pasar akan semakin menjadi lebih baik.
-         Industri yang berorientasi atau menitik beratkan pada tenaga kerja/labor (man power oriented industry) adalah industri yang berada pada lokasi di pusat pemukiman penduduk karena bisanya jenis industri tersebut membutuhkan banyak pekerja/pegawai untuk lebih efektif dan efisien
-         Industri yang berorientasi atau menitikberatkan pada bahan baku (supply oriented industry) adalah jenis industri yang mendekati lokasi di mana bahan baku berada untuk memangkas atau memotong biaya tranportasi yang besar.

3.   Berdasarkan Departemen Perindustrian
-         Industri kimia dasar, contonya seperti industri semen, obat-obatan, kertas, pupuk, dsb
-         Industri mesin & logam dasar, misalnya seperti industri pesawat terbang, kendaraan bermotor, tekstil, dll
-         Industri kecil, contohnya seperti roti, kompor minyak, makanan ringan,
es, minyak goreng curah, dll
-         Aneka industri, misalnya seperti industri pakaian, industri makanan dan
minuman, dll.


        4.   Berdasarkan jumlah tenaga kerja (industri nonagraris)
-         Industri rumah tangga : industri yang jumlah karyawan/ tenaga kerja
berjumlah antara 1-4
-         Industri kecil: industri yang jumlah karyawan/ tenaga kerja berjumlah 5-19orang
-         Industri sedang atau industri menengah : industri yang jumlah karyawan/tenaga kerja berjumlah antara 20-99 orang
-         Industri besar: industri yang jumlah karyawan/ tenaga kerja berjumlah antara 100 orang atau lebih.

        5.   Berdasarkan pengelolaan
-         Industri rakyat : industri yang dikelola oleh rakyat dengan modal yang terbatas dan dengan tekhnologi sederhana
-         Industri negara : Industri yang dikelola oleh negara dengan modal besar dan dengan tekhnologi modern

6   Berdasarkan asal modal
-         Industri PMDN : Industri yang semua sahamnya dimiliki oleh investor dalam negeri
-         Industri PMA : Industri yang semua sahamnya dominan oieh investor
asing
-         Industri patungan : industri yang saham-sahamnya berimbang antara investor dalam dan luar negeri.
        7.    Berdasarkan produktivitas perorangan
-            Industri primer : industri yang barang-barang produksinya bukan hasil olahan langsung atau tanpa diolah terlebih dahulu. Contohnya, hasil produksi pertanian, peternakan, perkebunana, perikanan dsb
-            Industri  sekunder  :  industri  yang  bahan  mentah  diolah  sehingga menghasilkan barang-barang untuk diolah kembali. Misalnya, pemintalan benang sutra, komponen elektronik, dsb.
-            Industri tersier : Industri yang produk atau barangnya berupa layanan jasa. Contonya, telekomunikasi, transportasi, perawatan kesehatan, dll.

8.   Berdasarkan besar kecil modal
-            Industri padat modal : industri yang dibangun dengan modal yang jumlahnya besar untuk kegiatan operasional maupun pembangunanannya
-            Industri padat karya : Industri yang lebih dititik beratkan pada sejumlah besar tenag kerja tau pekerja dalam pembangunan serta pengoperasiannya


.
*   Jenis-jenis industri di Indonesia digolongkan menjadi dua belas kelompok, yaitu :
a.   Industri pengolahan pangan                   g. Industri pengolahan karet
b.  Industri tekstil                                       h. Industri barang galian bukan logam
c.   Industri barang kulit                              i. Industri pengolahan logam
d.  Industri pengolahan kayu                      j. Industri peralatan
e.   Industri pengolahan kertas                    k. Industri pertambangan
f.   Industri kimia farmasi                            I. Industri pariwisata
*   Dampak positif atau keuntungan yang dapat diambil dengan adanya pembangunan industri antara lain :
Ø        Menambah penghasilan penduduk, yang akan meningkatkan kemakmuran
Ø        Menghasilkan aneka barang yang diperlukan masyarakat banyak
Ø        Memperbesar kegunaan bahan mentah. Jadi, semakin banyak baahn mentah yang diolah dalam perindustrian sendiri maka semakin besra pula manfaat yang diperoleh.
Ø        Memperluas lapangan pekerjaan bagi penduduk.
Ø        Mengurangi ketergantungan Indonesia pada produk luar negeri.
Ø        Industri perkebunan dapat memberi hasil tambahan bagi para petani.
Ø        Merangsang masyrakat untuk meningkatkan pengetahuan industri.
Ø        Memperluas kegiatan ekonomi manusia, sehingga tidak semata-mata bergantung pada lingkungan.
*  Dampak negatif pembangunan industri antara lain :
Ø        Lahan pertanian menjadi semakin berkurang jumlahnya
Ø        Tanah permukaan (top soil) yang merupakan bagian yang subur menjadi hilang.
Ø        Cara hidup masyarakat berubah
Ø        Lingkungan tercemar



BAB III
PENUTUP

A.       Kesimpulan
1.      Pengertian dariindustri secara sempit dan luas
2.      Tujuan / dampak positif dari industri
3.      Kegiatan idustri (industri rakyat) dan industri dasar
4.      Klasifikasi industri


B.       Saran
Sehubungan dengan banyaknya dan bermacam-macam jenis industri, maka dengan pembuatan makalah ini diharapkan dari pembaca dapat mengetahui jenis-jenis industri tersebut dan dengan adanya klasifikasinya industri diharapkan akan lebih mudah mengelompokkan berbagi jenis industri dan para pembaca dapat dengan mudah mempelajari klasifikasi industri yang ada dilingkungan sekitar kita.


DAFTAR PUSTAKA

Wardiyatmoko, K.2006. Geografi SMA.Jakarta : Erlangga
Gunawan, Totok dkk. 2005. fakta dan Konsep Geografi. Jakarta : Ganeca Exact 4.
Acces Internet www.klasification industry.com.


KATA PENGANTAR


Puji syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. Karena atas limpahan rahmat, taufik serta hidayah-Nya kami dapat menyusun makalah ini. Adapun makalah ini kami susun demi teciptanya wawasan yang luas bagi pembaca maupun penyusun dibidang geografi, khususnya tentang “Klasifikasi Industri”. Yang mana didalam kurikulum ini, para siswa dituntut untuk mandiri dan bisa memahami objek kajian yang telah ditentukan.
Di dalam makalah ini, penyusun akan membahas tentang klasifikasi industri. Adapun pembahasan tersebut meliputi pengertian, penggolongan industri, jenis-jenis industri, dampak positif dan negatif pembangunan industri.
Penyusun juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang tekait dalam penyusunan makalah ini. Yakni diantaranya guru bidang studi geografi yang telah memberi pengarahan kepada kami, serta teman-teman yang terkait. Kami juga bersyukur dengan adanya buku-buku penunjang SMA yang menjadi sumber dalam penyusunan makalah ini.
Akhir kata, kami sangat mengharapkan kritik dan saran dari semua pihak demi lebih baiknya makalah ini. Semoga makalah ini bermanfaat.



Penyusun
ii
 

DAFTAR ISI



HALAMAN JUDUL....................................................................................................................... i
KATA PENGANTAR ................................................................................................................... ii
DAFTAR ISI ................................................................................................................................ iii

BAB I PENDAHULUAN ............................................................................................................. 1
C.       Latar Belakang ............................................................................................................ 1
D.       Tujuan ........................................................................................................................ 1
E.        Pembahasan Masalah .................................................................................................. 1

BAB II ISI ..................................................................................................................................... 2
A.       Pengertian Industri ....................................................................................................... 2
B.        Dampak Industri.......................................................................................................... 5
C.       Jenis-jenis industri..........................................................................................................

BAB III PENUTUP ....................................................................................................................... 5
A.       Kesimpulan ................................................................................................................. 5
B.        Saran .......................................................................................................................... 5

iii
 
DAFTAR PUSTAKA


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar