Sabtu, 20 Oktober 2012

MAKALAH : BERFIKIR KREATIF

KATA PENGANTAR



Berfikir kreatif adalah cara-cara baru yang non konvensionil untuk menemukan dan menggali ide baru yang berguna.makalah ini memberikan penjelasan dan pedoman singkat mengenai cara berfikir tersebut, berserta contoh-contoh yang menarik dari kehidupan yang nyata.

Kami yakin dalam penyusunan makalah ini masih banyak kekeliruan-kekeliruan ataupun kesalahan-kesalahan. Tetapi kami pun yakin bahwa makalah ini juga dapat membantu dan berguna bagi para pembacanya.

Tidak lupa kami juga mengucapkan terima kasih kepada Ibu Siti Rokayah yang ikut membantu dalam penyusunan makalah ini dan juga bagi para teman-teman.


Nganjuk, …. Mei 2007


Penulis

DAFTAR ISI

1.          HAL JUDUL ...........................................................................................          
2.          KATA PENGANTAR .............................................................................          
3.          DAFTAR ISI ...........................................................................................          

BAB I        PENDAHULUAN .........................................................................          
1.1  Latar Belakang Berfikir Kreatif .................................................          
1.2  Tujuan Berfikir Kreatif ..............................................................          
1.3  Rumusan Masalah .....................................................................          
1.4  Sumber Data ............................................................................          

BAB II       KAJIAN PUSTAKA .....................................................................          
                  2.1 Pengertian ................................................................................          
                  2.2 Akibat Berfikir Kreatif ..............................................................          

BAB III      PEMBAHASAN ...........................................................................          
3.1  Pengetian ..................................................................................          
3.2  Hambatan Berfikir Kreatif..........................................................          
3.3  Tahap-tahap Berfikir Kreatif......................................................          
3.4  Teknik lain tentang Berfikir Kreatif ............................................          

BAB IV     PENUTUP .....................................................................................          
                  4.1 Kesimpulan ..............................................................................          
                  4.2 Saran .......................................................................................          

4.     DAFTAR PUSTAKA ..............................................................................          


BAB I

PENDAHULUAN

1.1          Latar Belakang Berfikir Kreatif
Berfikir Kreatif, itulah yang harus dimiliki setiap orang. Mungkin tanpa Berfikir Kreatif orang akan kesulitan dalam pemenuhan kebutuhan hidup di dunia. Kekreatifan akan membedakan manusia satu dengan yang lain sebab memang orang yang kreatif itu lebih maju daripada teman-temannya dan banyak idenya kelihatan aneh atau tidak mungkin bagi mereka.
Berfikir Kreatif  bukanlah suatu yang baru. Ahli-ahli fikir kreatif telah ada ribuan tahun yang lalu, mungkin jauh sebelum menusia menemukan api dan roda. Para ahli fikir tersebut memberdayakan akal pikirannya dan kemampuan kreatifitasnya untuk menghasilkan sesuatu yang baru. Maka dari itu bukan tidak mungkin bagi kita untuk memaksimalkan kemampuan kreatifitas kita sehingga menghasilkan prestasi.

1.2          Tujuan Berfikir Kreatif
Tujuan Berfikir Kreatif adalah sebagai berikut :
a.       Untuk menghasilkan sesuatu yang baru yang belum ada sebelumnya.
b.      Untuk mewujudkan prestasi yang gemilang, yang mungkin tidak bisa diadapatkan oleh orang lain.
c.       Menciptakan ide dan gagasan.
d.      Melatih seseorang untuk lebih maju dan berguna dalam hidupnya.
e.       Melatih kecerdasan seseorang.
f.        Menciptakan suasana humor.

1.3          Rumusan Masalah
1.      Bagaimana cara / tahap berfikir kreatif ?
2.      Beberapa teknik berfikir kreatif

1.4          Sumber Data
1.      Buku Erlangga berjudul Berfikir Kreatif dan Brainstorming
2.      Buku Erlangga berjudul Kewarganegaraan untuk SMA Kelas XI

BAB II

KAJIAN PUSTAKA


2.1          Pengertian

Berfikir Kreatif adalah menghubungkan ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan. Hal itu didukung oleh pendapat George J. Seidel dalam buku “The Crisis in Creativity” “Kemampuan menghubungkan dan menyambungkan, misalnya mengenai mode yang aneh dan mencolok, merupakan hasil penggunaan pikiran kreatif”. Tanpa kemampuan dan kemauan mencoba dan menggunakan pikiran kreatif maka hasil yang sebenarnya beranfaat tidak mungkin didapat.
Seiring dengan pendapat George. J. Seidel tentang hasil berfikir kreatif, harus melalui proses yang kreatif. Menurut H. Herbert Fox dari bukunya “A. Critique on Creativity in Science”, “Suatu proses-proses yang kreatif ialah setiap proses berfikir yang dapat memecahkan persoalan dengan secara asli dan bermanfaat.

2.2          Akibat Berfikir Kreatif

Berfikir Kreatif akan membawa akibat positif bagi yang melakukannya.orang akan lebih maju pola pikirnya dan lebih cerdas. Apabila semua orang memilikinya maka kehidupan di dunia ini akan lebih baik dan modern. Tetapi secara berkepanjangan akan membawa akibat yang buruk yaitu terjadi persaingan tak sehat.



BAB III
PEMBAHASAN

3.1          Pengetian
“Berfikir Kreatif adalah menghubungkan ide atau hal-hal yang sebelumnya tidak berhubungan”.
Dalam kenyataan teknik modern timbul semboyan yang menarik (jargon) atau istilah khas yang menjadi bahasa golongan tertentu. Begitu pula tak terkecuali Berfikir Kreatif yang memiliki empat kata khas yaitu imajinatif. Tidak dapat diramalkan. Divergen dan lateral.
Definisi Berfikir Kreatif yang diberikan dalam Bab ini adalah menghubungkan ide atua hal-hal sebelumnya tidak berhubungan.
Definisi ini memerlukan pejajaran fakta dalam pikiran kita. Apabila fakta itu digabungkan maka terlihatlah hubungan menyeluruh yang baru dan dapatlah ditemukan sesuatu. Sejarah ilmu pengetahuan memberikan banyak contoh penemuan baru semacam itu. Fakta telah diketahui sejak berpuluh-puluh tahun yang lalu dan menunggu seseorang untuk menunjukkan hubungan antara fakta tersebut.
Sebagai contoh :
Perjalanan bulan dan pasang surut permukaan air laut telah diketahui sejak zaman purbakala.tetapi baru abad ke-17 astronom Keppler menghubungkan dua fakta yang nampaknya tidak saling berhubungan dan “menemukan” bahwa bulan mempengaruhi peasang surut air laut.

3.2          Hambatan Tehadap Berfikir Kreatif
Hambatan-hambatan tersebut adalah sebagai berikut :
1.      Hambatan yang dibuat sendiri
Hambatan ini merupakan faktor penghambat yang muncul dari sikap negatif seseorang, misalnya berprasangka buruk, tidak memiliki tujuan jelas, enggan mengenali dirinya sendiri, kurang mau mengambil resiko, takut situasi baru.
2.      Hambatan tidak berusaha menantang kenyataan
Kemauan untuk mencoba, membawa seseorang pada hambatan kedua, tidak berusaha menantang kenyataan. Terlalu sering kita menerima apa yang kita lihat, tanpa berusaha memeriksa apa yang kita lihat benar atau tanpa mempersoalkan mengapa demikian.
Tidak berani menantang kenyataan digambarkan dalam ceritera peribahasa kuno “saudara tidak dapat membuat dompet sutera dari telinga babi”.
Kalau kita tidak berani menantang kenyataan maka kita menganggap peribahasa tersebut benar.
Tetapi dua orang ahli riset kimia berusaha membuktikannya dan akhirnya telinga babi diolahnya secara kimia dan disarikan menjadi benang sutera dan dibuat mejadi dompet sutera.
3.      Hambatan Jawaban Tunggal dan Tepat
Perhatikan diagram berikut, berapakah banyak persegi dalam diagram tersebut ?

















Enam belas adalah jawaban yang pas. Tetapi sekarang kita menjadi agak waspada dan ditambah lagi kita telah sadar akan adanya hambatan. Dengan memperlihatkan persegi tersebut, kita melihat bahwa kerangka luar juga persegi. Maka jawaban menjadi 17. alam contoh sederhana tersebut terdapat dua hambatan yaitu : satu jawaban yang pas dan lazim atau memberikan jawaban yang diingini sipenanya.
4.      Hambatan Kelaziman
Pikiran otomatis selalu mencari jawaban yag tunggal dan tepat yang benar, sedangkan pikiran kreatif mencari kemungkinan banyak jawaban yang mungkin dan siap mencarinya.
Hambatan kelaziman sukar diatasi karena kelaziman mengatakan ia pasti mengharapkan lebih dari 16 persegi pada gambar 1, jadi jawabannya haruslah 17, tetapi sebenarnya sebenarnya dapat sampai 30 persegi dalam gambar tersebut.
5.      Hambatan Mengevaluasi terlalu cepat
Hambatan lain bagi berpikir kreatif terletak pada pemikir analitis dalam mengevaluasi ide baru sama seperti memekirkan ide itu sendiri. Ucapan “itu tidak akan jalan” atau “omong kosong” adalah cara ahli piker analitis mematikan ide, sebelum ide tersebut mempunyai kesempatan untuk muncul.
“Menangguhkan penilaian” adalah salah satu pedoman utama dari berfikir kreatif. Janganlah keburu memetikan ide. Ide yang bebas dan aneh mempunyai kemampuan yang ajaib untuk memimpin ahli piker kearah ide yang sangat berguna.
6.      Hambatan takut dianggap bodoh
Hambatan terakhir, dan yang paling sukar untuk diatasi dalam praktek adalah takut dianggap orang bodoh. Tak ada seorang pun yang senang kelihatan bodoh, dan kita semua takut ditertawakan karena ide yang aneh.
Dalam berfikir kreatif pedomannya adalah “tertawalah mendengar ide yang aneh, tetapi janganlah menertawakan orang yang mengemukakannya”. Tertawa mendengar ide yang aneh mendorong ide lebih lanjut yang tidak semuanya aneh dan merangsang orang lain membantunya. Mengejek suatu ide yang aneh, menghalangi timbulnya ide baru, dan khususnya mematikan orang yang menyarankannya. Ia berhenti menyumbangkan ide karena dirasakan bahwa orang-orang lain mengejek dia yang menyarankan suatu ide aneh semacam itu.

Itulah keenam hambatan berfikir kreatif, tetapi hambatan itu tak akan berarti apabila seorang pemikir tersebut tetap pada pendiriannya / pada idenya.

3.3          Tahap-tahap Berfikir Kreatif
Pada Berfikir Kreatif terdapat lima tahap, dan semuanya harus dipraktekkan dengan kesadaran untuk memperoleh hasil yang paling baik.
Lima tahap itu adalah :
1.      Persiapan
2.      Usaha
3.      Inkubasi
4.      Pengertian
5.      Evaluasi
Dalam menentukan lima tahap tersebut, diandaikan bahwa orang yang melalui tahap itu harus berkeinginan menciptakan sesuatu. Ia dapat berkeinginan memecahkan suatu persoalan khusus atau dapat saja ia ingin mengetahui sesuatu yang tidak dimengertinya. Ada orang yang tidak memiliki motivasi dan karena itu proses berfikir kreatif tidak akan timbul pada mereka.
1.      Tahap Persiapan
Persiapan adalah tahap mendapatkan fakta mengenai sesuatu persoalan khusus dan menentukannya dengan teliti. Persiapan mungkin memerlukan fakta lebih lanjut yang dapat memperlengkapi bahan untuk mengerjakan empat tahap berikutnya.


2.      Usaha
Disinilah tahap menerapkan berpikir divergen / meluas perlu usaha yang sabar untuk memisahkan produksi ide dari evaluasi ide, dan harus diikuti ketentuan menunda penilaian-penilaian atau evaluasi dilakukan pada tahapkelima, terakhir dari proses. Dalam proses kedua ini diproduksi dan dicatat sejumlah banyak ide. Banyak diantara ide itu kelihatan aneh atau tidak berhubungan dengan persoalan. Sebenarnya produksi ide aneh, yangmenimbulkan suasana humor dapat disusul arus ide yang berguna.
Mungkin juga kita terbntur pada banyak frustasi dalam tahap kedua ini. Sebagai contoh memasuki suatu kamar melihat seorang teman dan tidak berhasil mengingat namanya. Kita mengalami frustasi dan menghindari berbicara dengannya. Dalam hal ini kita tidak dapat memperkenalkannya dengan orang lain tak berapa lama kemudian kita ingat namanya dan dapat bertukar pikiran dengannya dan ternyata sangat berguna. Serupa itu pola halnya dalam tahap usaha, biasanya masa frustasi diikuti oleh masa produktif untuk menciptakan ide.
3.      Inkubasi
Inkubasi terjadi dengan secara sadar membaca daftar ide. Hal ini selalu menghasilkan suatu arus ide baru.
4.      Pengertian
Tahap ini kdang-kadang dikenal sebagai tahap “Aha” atau “Eureka” dari berfikir kreatif. Ciri khas dari tahap ini dalah sinar penerangan yang mendadak yang menginsafkan orang akan ditemukannya jawaban. Selain itu, tahap ini biasanya sdisertai suatu perasan lega, atau hilangnya tekanan.
5.      Evaluasi
Dalam tahap ini, ide yang diciptakan dalam tahap-tahap sebelumnya diperiksa dengan kritis dan sisihkan kalau tidak berguna, tidak sesuai, diluar hokum, tidak susila atau bahkan terlalu mahal biayanya. Semua pengalaman dan penilaian sangat diperlukan. Tahap itu kadang-kadang dikenal dengan nama tahap ucrifekasi.
Walaupun bab ini berjudul “Tahap Berfikir Kreatif”, dua diantara lima tahap yang diuraikan diatas bersifat analitis-tahap pertama atau persiapan dan tahap terakhir atau tahap evaluasi.
Hanyalah tiga tahap utama : usaha, inkubasi, dan pengertian merupakan tahap yang benar-benar kreatif dalam arti yang dipergunakan dalam karangan ini, yang seluruhnya berhubungan dengan produksi ide. Ide yang aneh diterima, tujuannya ialah kwntitasi bukan kwalitas.

3.4          Teknik Lain Tentang Berfikir Kreatif
Teknik lain tersebut lain adalah :
1.      Catatan sifat-sifat
2.      Hubungan yang dipaksakan
3.      Analisa morfologis
4.      Kebalikan Sumbangsaran
5.      Daftar pengecekan (checklists)

a.               Catatan Sifat-sifat
Dalam teknik ini semua sifat atau ciri-ciri satu ide atau objek dicatat dengan cermat. Teknik ini umumnya dipakai untuk hal-hal atau barang yang berwujud, seperti pada alat-alat yang biasa dijumpai dalam kehidupan sehari-hari.
Sebagai contoh sebuah obeng mempunyai sifat-sifat sebagai berikut :
-         dibuat dari baja, pegangan bundar, tangkai kayu
-         ujung yang lancip, pemakaian dengan tangan dan memutar


b.              Hubungan yang dipaksakan
Teknik ini dapat dipakai pada suatu objek atau ide dengan memajukan pertanyaan : “Seandainya kedua hal atau benda ini digabungkan satu dengan yang lain, objek atau ide apakah yang akan dapat dihasilkan?”
Sebagai contoh, pembuatan alat rumah tangga, apakah dengan menggabungkan dua alat tertentu umpamanya meja dan kursi yang dijual selama ini dapat dihasilkan satu produk baru yang laris dijual? Apakah mungkin untuk menggabungkan kursi dan meja tersebut sebagai satu untuk dipakai di sekolah-sekolah? Teknik ini dapat dipakai baik bagi objek yang berwujud maupun untuk ide-ide.
c.               Analisa Morfologis
Teknik ini dapat mencakup seluruh kemungkinan beracam-macam persoalan dan mengusahakan menggabung hal tersebut kedalam cara-cara baru.
Sebagai contoh jika diperlukan satu jenis alat transpor yang baru jenisnya bisa berupa-rupa seperti tergambar dibawah ini.
-         perjalanan udara, air atau dibawah tanah
-         perjalan diatas roda, gilingan, udara, peluncur
-         dengan tenaga uap, gas,listrik, kabel
-         penumpang berbaring, duduk, berdiri, tergantung
d.              Kebalikan Sumbangsaran
Seperti diketahui dari namanya, teknik ini merupakan pendekatan negatif akan sumbangsaran. Sebagai pengganti pertanyaan, “dengan berapa banyak cara kita dapat ……?”, teknik kebalikan sumbangsaran bertanya, “berapa banyak cara menjatuhkan ide ini?” pertanyaan tersebut dengan sengaja mengundang pertanyaan yang menentang, atau alasan mengapa hal itu tidak berjalan baik dan dengan demikian memungkinkan pengusul ide bersiap-siap dengan jawaban-jawaban. Teknik tersebut merupakan anologi dari “Pembela Gila” (“Devil’s Advocate”) yang mencoba menghancurkan satu ide dengan pembangkangannya.
e.               Daftar Pengecekan
Teknik ini menggunakan daftar sebagai pemberian tekanan kepada ide-ide atau untuk mencegah agar ide-ide tidak terlupakan.
Daftar pengcekan harus digunakan dengan hati-hati karena daftar tersebut dapat menghalangi kreatifitas dengan pembatasan daerah bertanya atau dapat menimbulkan hambatan-hambatan.


BAB IV
PENUTUP

4.1          Kesimpulan

Berfikir Kreatif perlu dimiliki setiap orang baik waita atau laki-laki, tua atau muda, anak kecil ataupun dewasa. Selain berfikir kreatif dapat membedakan satu orang dengan orang lainnya. Masih banyak lagi yang dapat timbul akibat tidak berpikir demikian.
Memang  berfikir kreatif memerlukan keteladanan dan tahap-tahap seperti halnya yang dijelaskan dalam makalah ini. Tetapi semua itu tidak ada artinya apabila memperoleh kesuksesan.


4.2          Saran

1.      Sebaiknya seseorang harus berusaha dan mau mencoba melakukan sesuatu yang nantinya akan berguna.
2.      Setiap orang harus berani mengambil resiko dalam melakukan sesuatu apapun.
3.      Dalam melakukan sesuatu harus melalui tahapan-tahapan.
4.      Jangan pernah menganggap hambatan itu berat karena setiap hambatan pasti ada jalan keluarnya.
5.      Tertawalah mendengar ide atau gagasan orang tapi jangan menertawakan orangnya.




DAFTAR  PUSTAKA



1.      Ralingson J.G, 1997, Berfikir Kreatif dan Brain Storming, Jakarta : Erlangga
2.      Budiyanto, 2005, Kewarganegaraan, Jakarta : Erlangga

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar