Sabtu, 20 Oktober 2012

KHUTBAH : MENINGKATKAT TAQWA KEPADA ALLAH

PEMBUKAAN


Hadirin, jama’ah shalat Jum’at yang dimulyakan Allah SWT.

Pada kesempatan yang mulia ini, melalui mimbar khotbah ini, sayaberpesan pada diri saya sendiri khususnya dan kepada para jama’ah sekalian, marilah kita terus menerus meningkatan taqwa kepada Allah SWT. Taqwa dalam arti yang sebenarnya, yaitu dengan melaksanakan segala Perintah Allah serta meninggalkan semua larangan-laranganNya. Juga taqwa dalam arti taat serta patuh terhadap semua ketentuan yang telah disyari’atkan Allah SWT. Dengan begitu, mudah-mudahan kita mendapatkan kebahagiaan hidup di dunia dan akhirat, amin. Dan perbuatan kita selalu berpegang dan berlandaskan apa yang telah disayari’atkan oleh Allah melalui agama yang lurus, ialah agama Islam. Karena sesungguhnya agama yang diridlai disisi Allah hanyalah agama Islam.
Sidang Jum’ah yang berbahagia.
Sebentar lagi tanggal 1 Muharram akan tiba. Kita sambut kehadirannya sebagai tahun Baru hijriah, tahun baru bagi seluruh kaum muslimin di dunia, termasuk kaum muslimin Indonesia. Kita harus merasa bersyukur kepada Allah karena ternyata kita masih diberi umur panjang, sehingga dapat memasuki Tahun Baru Hijriah ini dengan selamat. sehat dan sejahtera, tak satupun aral yang melintang. Semoga dengan keadaan yang baik seperti itu kita dapat menjadikannya sebagai bekal dan modal di dalam menyongsong Tahun Baru Hijriah ini untuk membangkitkan semangat memperjuangkan agama Islam sesuai dengan semangat Rasulullah saw. dan sahabat-sahabat beliau sewaktu melakukan hijrah dari Mekah ke Madinah di dalam usaha menagakkan agama Islam.

ISI

Sidang jum’ah yang berbahagia.
Bulam Miharram yang merupakan bulan permulaan tahun Baru Hijriah ini adalah bulan yang mulia dan tepuji. Rasulullah SAW. sendiri menyebut bulan Muharram ini sebagai bulan Allah. Beliau bersabda di dalam sebuah hadist yang artinya : “Puasa yang paling utama setelah bulan Ramadhan adalah puasa di bulan Allah yang kalian menyebutnya bulan “Muharram”.”
Oleh sebab itu di dalam menyongsong kedatangan Tahun Baru Hijriah ini marilah kita tingkatkan amal kebajikan kita sesuai dengan arti yang terkandung di dalam Tahun Hijriah. Yaitu nama tahun dimana Khalifah Umar bin Khaththab telah menetapkannya agar seluruh umat Islam senantiasa terkenang akan peristiwa hijrah Nabi dalam upaya menegakkan agama Islam. Sehingga bagi umat Islam setiap kali kedatangan Tahun Baru Hijriah supaya jiwanya tergugah bahwa diatas puncaknya terletak beban yang berat di dalam memperjuangkan agama Islam dimanapun berada. Ha ini penting sekali bagi setiap umat Islam sebab kalau bukan umat Islam sendiri yang harus memperjuangkannya, siapa lagi yang kita iri? Sudah barang tentu orang-orang diluar Islam pasti tidak mau memperjuangkan agama Islam. Bahkan sebaliknya mereka itu selalu berharap agar agama Islam cepat hancur. Perhatikanlah firman allah di dalam Surat Al Baqarah ayat 120 :

ru9s` ?söÌyÓ4 ãtY7y #$9øŽukåqŠß ruwŸ #$9Y¨Á|»t3 myL®Ó4 ?sK®6Îìy BÏ=¯JtkåNö
Artinya :
Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu hingga kamu mengikuti agama mereka.

Bila kita perhatikan ayat diatas, maka jelaslah bahwa orang-orang diluar Islam selalu berusaha agar agama Islam cepat hancur. Kalau agama Islam sudah hancur barulah lega hati mereka, sebab mereka akan mempunyai banyak peluang untuk menarik orang-orang Islam masuk ke dalam agama mereka.


Sidang jum’ah yang berbahagia.
Peristiwa hijrahnya Nabi ke Madinah itu dilatarbelakangi oleh tekanan-tekanan orang-orang Quraisy yang kafir terhadap diri Rasulullah SAW. dan para pengikutnya. Tekanan itu begitu berat dan membahayakan sehingga akhirnya beliau mendapat wahyu dari Allah agar melakukan hijrah ke Madinah. Namun tidak begitu mudah melakukan hijrah ke Madinah. Sebab orang-orang Quraisy semakin berang dan marah setelah diketahui bahwa banyak dari orang-orang Quraisy yang telah mengikuti jejak Rasulullah SAW. masuk agama Islam. Maka ketika tercium oleh mereka rencana Rasulullah Saw. untuk melakukan hijrah ke Madinah secara diam-diam, mulailah orang-orang Quraisy melakukan penjagaan ketat terhadap diri beliau dan para pengikutnya. Kebetulan pada malam itu Rasulullah SAW. berada dirumah Sayyidina Ali sehingga rumah itu dikepung oleh orang-orang Quraisy rapat sekali tanpa ada celah-celah yang dapat dijadikan jalan meloloskan diri.
Akan tetapi berkat kecerdikan dan keberanian Rasulullah SAW, akhirnya loloslah beliau dari kepungan itu dan menuju ke goa Tsur untuk dapat bertemu dengan Abu Bakar dan sekaligus bersembunyi disitu setelah diketahui hari semakin pagi. Demikianlah sekilas mengenai hijrah Nabi, dimana mulai sejak itu Islam mulai berkembang dan jaya, meluas ke Seantero penjuru jazirah Arabia. Karena itulah peristiwa hijrah Rasul ini diabadikan oleh Sayyidina Umar Bin Khaththab sebagai permulaan tahun Islam yang berdasarkan peredaran yang dimulai bulan Muharram, bulan yang mulia dan terpuji.
Allah telah berfirman dalam surat Faathir ayat 37 :

&rru9sOó RçèyJdύö.äN B¨$ ƒtGtx2žã ùÏŠmÏ Bt` ?sx.©t ru`y%!äu.äNã #$9Y¨Éƒã
Artinya :
Dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang mau berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan?
Ayat diatas memberi pelajaran kepada kita sekalian, bahwa setiap orang yang diberi umur panjang hendaklah kamu berfikir mengenai apa yang telah diperbuatnya masa lalu. Lalu dari pemikiran itu orang akan berbenah diri, mana yang salah harus diubah agar menjadi benar, mana yang kurang hendaklah ditambah supaya sempurna, demikian seterusnya hingga amal kita semakin sempurna setiap umur kita bertambah.
Akhirnya marilah kita senantiasa berdo’a agar didalam memasuki Tahun nanti kita selalu diberi petunjuk oleh Allah kepada jalan yang lurus, yaitu jalan yang diridloiNya. Bukan jalan orang-orang yang dilaknati. Amin, ya robbal alamin.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar